bahan-sosialisasi

   Berlangganan Newsletter    

 

darah-haramBogor – Di dalam Al-Quran disebutkan dengan jelas dan eksplisit keharaman darah untuk dikonsumsi. Perhatikanlah makna ayat, di antaranya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.” (Q.S. Al-Maidah [5]: 3).

 

Namun dalam penyembelihan hewan yang sesuai kaidah syariah, mungkin saja masih ada darah yang tak keluar sempurna. Dalam hal ini, tidak ada ketentuan untuk mengeluarkan-membersihkan darah yang tersisa di dalam bagian-bagian daging dari hewan yang disembelih itu, misalnya, dengan cara daging itu harus diperas sedemikian rupa. Menurut para Fuqoha (ahli Fiqh), darah yang tersisa di dalam bagian-bagian daging itu dimaafkan, dan tidak terlarang kalau dikonsumsi. Demikian dikemukakan Wakil Direktur LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si., pada pembukaan Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH), Selasa, 18 Agustus 2015 di Bogor.

 

Lukman lppom muiTegal – Dalam Sidang Pleno Ijtima’ Ulama 2015 disepakati bahwa proses istihalah tidak mengubah bahan najis menjadi suci. Kecuali kalau berupa istihalah binafsiha, atau terjadi perubahan dengan sendirinya, dan materialnya bukan berasal dari najis ‘aini. Seperti dalam hal khamar yang berubah menjadi cuka, baik terjadi perubahan dengan sendirinya, maupun dengan direkayasa, maka hukumnya suci. 

 

Selanjutnya ditetapkan pula, setiap bahan halal yang diproses dengan media pertumbuhan yang najis atau bernajis, maka bahan tersebut hukumnya mutanajjis yang harus dilakukan penyucian sesuai dengan kaidah syariah (Tathhir Syar’i). dan setiap bahan yang terbuat dari babi atau turunannya, maka haram dimanfaatkan untuk membuat makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika maupun barang gunaan, baik digunakan sebagai bahan baku, bahan tambahan maupun bahan penolong. 

 

palsu-shJakarta -- Tingginya minat masyarakat terhadap produk halal, ternyata dimanfaatkan oleh segelintir pelaku usaha curang untuk memalsukan sertifikat halal MUI. Dalam penelusuran tim Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) ditemukan sejumlah sertifikat halal yang dipalsukan oleh pelaku usaha, baik di dalam maupun di luar negeri. 

 

“Oleh karena itu, masyarakat baik pelaku usaha maupun konsumen diimbau untuk lebih cermat lagi sebelum membeli produk halal. Pastikan bahwa produk atau bahan produksi yang hendak digunakan benar-benar telah bersertifikat halal MUI,” pesan Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sertifikasi Halal LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si. 

 

olimpiade-halal15Jakarta – Lembaga Pengkajian Pangan Obatan-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) kembali menggelar Olimpiade Halal. Beranjak dari kesuksesan pelaksanaan olimpiade sebelumnya, kini Olimpiade Halal 2015 digelar lebih luas dan melibatkan para siswa setingkat SMA tidak hanya di dalam negeri tapi juga internasional. 

 

Olimpiade Halal adalah ajang kompetensi dalam bidang agama khususnya Islam bagi para siswa SMA/SMK/MAN/ sederajat. Uji kompetensi ini dilaksanakan setiap tahun dan digelar secara online melalui program Halal Learning Online (H@LO) LPPOM MUI. Kompetisi ini merupakan seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia. 

 

produk-babiJakarta-- Baru-baru ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memprihatinkan: seorang perempuan berkerudung sedang menyantap makanan yang bertuliskan siomay cu nyuk. Foto yang diunggah dan menyebar di media sosial itu sontak menjadi perbincangan hangat. Bukankah cu nyuk artinya daging babi?

 

Besar kemungkinan, si pembeli tadi teledor dan tidak menanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Di sisi lain, si penjual juga tidak berlaku jujur karena tidak memberi informasi yang sejelas-jelasnya tentang makanan yang mereka jajakan.  

 

Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Ir. Muti Arintawati menyatakan di tengah ramainya barang-barang impor, seiring dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, konsumen di Indonesia memang harus lebih kritis terhadap produk yang hendak mereka konsumsi. Banyak istilah yang belum mereka pahami, sehingga sangat disarankan agar konsumen bertanya terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang kandungan bahannya belum mereka ketahui. “Ini untuk menghindari kejadian seperti ibu-ibu yang membeli siomay cu nyuk, beberapa waktu lalu,” tuturnya. 

 

fatwa-halal-jangnaJakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI), sejak tahun 1989, telah membangun sistem dan proses sertifikasi halal yang diterima secara keilmuan maupun syar’iyah. Juga telah menjadi rujukan lembaga-lembaga sertifikasi halal mancanegara. Peran MUI dalam melakukan proses sertifikasi halal ini meliputi penetapan standar, pemeriksaan (audit), penetapan fatwa dan penerbitan sertifikat halal.

Page 1 of 13

facebook twitter pusathalal

download bahan sosialisasi halal

Artikel Dan Referensi Berita   Produk Halal   Konsultasi Kuliner Halal     bayi-halal
           
Info Penting Halal   Seputar Halal Produk Halal MUI Pusat Halal Haram Resep halal
Artikel Seputar halal Dunia Islam Produk Halal MUI Daerah Alam Ghoib Wisata Kuliner Halal
Kumpulan Fatwa       Daftar Badan Sertifikasi     
Kesehatan       Produk Halal Terbaru Halal Market
Alam Ghoib       Mobille Halal Directory   PlazaHalal.com
Video Halal                    
Bahan Sosialisasi Halal      

 

PARTNER KAMI

DH-logo Transnew web1 IMG 01082013 101516 8ce50af69876b2d3826cb424d2fb5be5 Radio Annisa Badar TV logo-hellocikarang 
Copy of logo plazahalal final logo-mobdir logo komphi baru Copy of halatomedia logo